pawsomestamps.com – Taktik Persia Kuno yang digunakan oleh Iran dalam serangan terbaru mereka telah menempatkan AS dan Israel pada posisi yang sulit, bahkan memaksa mereka untuk mengubah strategi. Serangan yang terdiri dari rudal dan drone ini mengancam keamanan Israel, dengan laporan mengenai dampaknya terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat setempat.
Pemerintah Israel berusaha menutupi sejumlah informasi terkait serangan negaranya, namun video dan laporan yang bocor menunjukkan serangan rudal Iran selama Operasi “Janji Sejujurnya-4” berhasil menembus pertahanan yang selama ini dianggap tak tertembus, termasuk sistem “Iron Dome”. Serangan ini berlangsung secara terfokus dari putaran ke-47 hingga ke-52 dan menargetkan infrastruktur strategis, seperti gardu induk di Tel Aviv dan pabrik desalinasi di Haifa.
Dampak dari serangan ini terasa nyata, dengan bunyi sirene serangan udara yang kini menjadi hal biasa di Israel. Rasa takut dan gangguan terhadap rutinitas harian masyarakat semakin meningkat. Meskipun Israel sebelumnya fokus pada pengeboman fasilitas militer di Iran, pendekatan baru Iran yang menargetkan infrastruktur civil telah memberikan pukulan yang signifikan.
Satu contoh dari serangan yang terjadi adalah pada dini hari tanggal 9 Maret, ketika sembilan rudal Iran berhasil menghantam pembangkit listrik Orot Rabin, yang menyuplai 19% kebutuhan listrik di Israel. Serangan ini telah mengekspos kelemahan strategis Israel dan mengubah cara mereka memandang konflik dengan Iran. Dengan meningkatnya taktik asimetris ini, baik AS maupun Israel terpaksa memikirkan ulang pendekatan mereka untuk menghadapi ancaman dari Iran.