pawsomestamps.com – Pengguna Windows 11 melaporkan sejumlah masalah serius setelah menerapkan pembaruan terbaru dari Microsoft. Masalah ini muncul beberapa hari setelah pembaruan keamanan yang dirilis pada 10 Maret 2026, yang dikenal dengan nama KB5079473. Pembaruan ini ditujukan bagi versi 24H2 dan 25H2 dari Windows 11, dengan tujuan utama untuk meningkatkan keamanan sistem.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, pembaruan tersebut berhasil memindahkan sistem ke build terbaru, namun tidak sedikit pengguna yang mengalami kerusakan sistem, di antaranya crash dan freeze. Keluhan-keluhan ini mulai beredar di forum komunitas setelah pengguna menginstal patch. Banyak dari mereka melaporkan bahwa komputer mereka sering kali tidak stabil setelah pembaruan.
Salah satu pengguna berbagi pengalaman menyedihnya dengan mengungkapkan bahwa komputernya mengalami crash sebanyak tiga kali berturut-turut, yang membuatnya terpaksa melakukan reboot paksa dan mengorbankan pekerjaan yang belum disimpan. Pengguna lainnya melaporkan layar menjadi beku total, sehingga satu-satunya solusi adalah melakukan restart. Bahkan, ada yang mengklaim bahwa PC mereka secara otomatis restart setiap 10 hingga 20 menit.
Walaupun pembaruan ini seharusnya menyediakan perbaikan keamanan dan peningkatan kecil, seperti penanganan sertifikat Secure Boot dan keandalan pencarian di File Explorer, dampak negatif yang dinyatakan oleh pengguna sangat signifikan. Microsoft belum memberikan tanggapan resmi mengenai masalah ini, namun keluhan pengguna kemungkinan akan memengaruhi keputusan mereka dalam melakukan pembaruan di masa mendatang.