pawsomestamps.com – Indonesia diprediksi akan menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang dikenal sebagai “Godzilla” El Nino ditambah dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, yang akan berpengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca dan iklim di tanah air dalam beberapa bulan mendatang. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan informasi ini melalui akun Instagram resmi mereka.
Fenomena El Nino ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator, yang dapat mengakibatkan musim kemarau yang lebih panjang dan kering di Indonesia. Model global memperkirakan bahwa Godzilla El Nino akan mulai terjadi pada April 2026. Bersamaan dengan itu, fenomena IOD positif diharapkan menyebabkan penurunan curah hujan yang signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Dampak dari kedua fenomena ini diperkirakan akan sangat terasa selama musim kemarau yang berlangsung dari April hingga Oktober 2026. Pembentukan awan hujan akan terpusat di atas Samudra Pasifik, sementara wilayah Indonesia berpotensi mengalami minimnya awan dan hujan. Keberadaan IOD positif memperburuk kondisi tersebut, sehingga ancaman kekeringan yang lebih parah mungkin akan hadir.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi perubahan cuaca yang mungkin mempengaruhi sektor pertanian dan kebutuhan air. Pengetahuan yang memadai tentang fenomena ini penting agar publik dapat mengambil langkah mitigasi yang tepat, sehingga dampak negatif dapat diminimalisir.