pawsomestamps.com – Bom seberat hampir 1 ton yang diklaim digunakan oleh Amerika Serikat (AS) baru-baru ini untuk menghancurkan gudang senjata di Isfahan, Iran, menarik perhatian publik. Menurut seorang pejabat militer AS, serangan ini dilakukan pada dini hari tanggal 31 Maret dan melibatkan bom penghancur bunker seberat 907 kg.
Presiden AS, Donald Trump, membagikan video melalui platform Truth Social yang menunjukkan ledakan besar di kawasan tersebut. Video tersebut memperlihatkan rangkaian ledakan disertai api besar yang mengubah langit malam menjadi bercahaya oranye. Namun, keaslian video ini belum terverifikasi secara independen.
Komando Pusat AS juga merilis rekaman yang menunjukkan penyerangan pada target militer bawah tanah di Iran, bertujuan mereduksi kemampuan militer negara tersebut. Pejabat AS yang dikutip oleh media menjelaskan bahwa dalam serangan ini, sejumlah besar bom penembus lapis baja, yang juga dikenal sebagai proyektil penembus, digunakan untuk maksimum efektivitas.
Sekelompok laporan menyatakan bahwa serangan tersebut memicu sejumlah ledakan sekunder yang hebat, menciptakan bola api besar dan gelombang kejut yang dapat dirasakan di sekeliling area. Ini menandai langkah aggressif AS, dan menjadi yang kedua kalinya mereka menggunakan bom semacam ini di Iran, setelah serangan sebelumnya dalam operasi “Midnight Hammer” pada bulan Juni yang menargetkan fasilitas nuklir.
Pertanyaan mengenai dampak dan implikasi dari serangan ini terus berkembang di kalangan analis dan pengamat internasional, melihat potensi eskalasi ketegangan antara AS dan Iran yang sudah lama berlangsung.