pawsomestamps.com – Rudal Sejjil-2, yang dikembangkan oleh Iran, telah menjadi salah satu inovasi signifikan di bidang teknologi pertahanan negara tersebut. Rudal ini merupakan jenis rudal balistik jarak menengah (MRBM) berbahan bakar padat yang dirancang untuk dikerahkan dengan cepat dan memiliki ketahanan tinggi terhadap sistem pertahanan modern, sehingga sulit untuk dicari kelemahannya.
Dalam sebuah operasi yang disebut “Janji Sejujurnya 4”, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) baru-baru ini meluncurkan serangkaian rudal yang menargetkan posisi AS dan Israel. Pengembangan Sejjil-2 muncul sebagai jawaban atas keterbatasan sistem rudal sebelumnya, yang sebagian besar mengandalkan teknologi berbahan bakar cair, seperti rudal Shahab-3. Sistem lama ini memiliki kelemahan besar, termasuk waktu persiapan yang lama dan kerentanannya terhadap deteksi serta serangan pendahuluan.
Dengan peralihan ke teknologi bahan bakar padat dua tahap, Sejjil-2 mampu mengurangi waktu penyebaran secara signifikan. Bahan bakar padat, yang dimuat saat proses pembuatan, memungkinkan rudal untuk disimpan lebih lama dan diluncurkan hampir seketika, berbeda dengan sistem berbahan bakar cair yang memerlukan persiapan panjang.
Sejauh ini, pengembangan mesin berbahan bakar padat dalam skala besar menemui tantangan teknis yang cukup kompleks. Namun, kemampuan Iran dalam hal teknologi pertahanan semakin meningkat, yang berpotensi mengurangi ketergantungan mereka pada desain rudal impor. Sejjil pertama kali diuji pada tahun 2008, dan versi Sejjil-2 mulai dikembangkan pada tahun berikutnya, menunjukkan peningkatan stabilitas dan akurasi yang lebih baik meskipun rinciannya belum sepenuhnya dipublikasikan.